Senin, 17 Desember 2018

 Antara Cinta dan Luka

Merelakan bukanlah sebuah jalan
Kau hanya mengalihkan perhatian
Hatimu yang mulai tak mampu bertahan
Logikamu yang mulai menguak kenyataan
Seribu bahasa tak mampu menyuarakan perih 
Hanya mampu meneteskan air mata lirih
Luka yang hadir tanpa pamrih
Memeluk dalam buaian sedih
Kau hidup dalam cinta dan luka
Terlalu jauh berjalan dalam duka
Hingga kini kau terdiam tanpa kata
Menanti titik temu dalam rasa hampa


teruntuk hati penggenggam bunga mawar...........

Senin, 27 Agustus 2018

RINDU, RAGU dan CANDU

Perihal Rindu.....
Hai bulan temani aku yang duduk tepat dibawah terpaan sinarmu
Aku akan bercerita, seuntai rindu yang membelenggu
Hai bintang berikan aku gemerlap cahayamu
Seiring aku memulai kisahku

Teruntuk Dia....
Di pesisir hati yang mulai ragu ini angin mulai berbisik
Akankah sebuah penantian akan berakhir bahagia?
Aku hanya bergeming mencoba menyakinkan diri
Tentang pilihan yang telah lama kujalani.... menantimu

Perihal Candu....
Berilah sedikit jeda, untuk sedetik tak memikirkanmu
Berilah sedikit waktu, untuk menghela nafas rindu
Berilah sedikit ruang, untukku tenang di malam haru
Telah lama kulalui kini rasa rindu ini menjadi candu

Entah..... 
Malam ini kugoreskan tinta bertuliskan nama kita
Kupandang rembulan yang mulai meredup bersembunyi di balik awan kelabu
Kulayangkan kertas bertuliskan nama kita
Bersama angin malam yang mulai menusuk tulangku

Bersama daun yang gugur
Ia pun melayang terbawa hembusan angin
Tak tentu arah....
Seperti rasaku saat ini yang sedang merindu






Nb: Goresan tulisan ini diciptakan teruntuk kalian yang dilanda bimbang akan perasaankala kamu RANDU, hatimu mulai RAGU, namun rasa rindu itu telah menjadi CANDU.

(terinspirasi dari rasa kebosanan akan kesendirian)

Rabu, 08 Agustus 2018

Diperbudak Rasa

Aku....
Aku hanyalah sebuah lilin yang rela berkorban untuk menerangimu
Aku hanyalah sebujur kayu yang rela menjadi abu untuk menghangatkamu
Aku hanyalah sebauh payung yang rela menahan dinginnya hujan untuk menaungimu

Namun...
Bagimu, aku hanyalah puing-puing ranting dibalik dedaunan yang gugur
Puing-puing yang akan kau buang bersama desiran debu
Apa sebuah perjuangan harus sepedih ini?

Aku tahu rasa ini memang sia-sia
Namun begitu bodohnya aku yang diperbudak oleh hati ini
Ingin memperjuangkan sebuah kisah dibalik bayang-bayang semu
Demi secerca harapan yang mungkin akan kau beri

Pintu hatimu kau tutup rapat, tak ada cela untukku
Mungkin aku hanya sanggup mengetuk tanpa ada seorang yang akan membuka
Sempat aku ingin beranjak pergi dari kisah ini
Namun ketika disampingmu sebuah senyummu melemahkanku

Menggugurkan kaki yang ingin pergi, bukan pergi dari hidupmu
Melainkan pergi dari perjuangan hati ini
Biarlah rasa ini kupendam dalam-dalam

Karena aku yakin,,,
Ketulusan yang sejati adalah melindungi dibalik bayangan, demi melihatmu bahagia bersamanya
Meskipun itu juga kebohongan terbesar yang pernah kukatakan
Terima kasih untukmu kunikmati sebuah hati yang diperbudak rasa

Senin, 26 Maret 2018

Kuceritakan pada Dini Hari
Hai dini hari, aku ingin  menyampaikan sesuatu...
Lirih saja...

Tentang kekaguman
Aku kagum...
Kagum pada seorang yang telah lama kuamati
bukan seperti orang biasa, kekaguman fisik itu relatif

Aku kagum padanya...
Tentang dia berucap kata,
Tentang penyampaian kalimat bagai sajak bagiku,
Tentang bagaimana dia menjelaskan, mengkomunikasikan sesuatu
Yang terkesan mampu membawa pendengar pada suasana yang ingin ia ciptakan..
Dengan nada-nada yang sederhana, serta alunan intonasi yang menari syahdu terbawa udaara
Mengetuk lembut gendang telinga
Begitupun aku..

Mungkin aku harus belajar banyak darinya...
Namun tak bertanya padanya
Hanya sekedar mengamati lewat raut wajahnya dan garis senyum simpul yang mampu membawaku tenggelam kala ia berbicara di depan mataku..

Mengagumi dalam diam...
Tak perlu balasan...
Adakah senyumannya hari ini untukku...

Hai dini hari..
Dengan liriih aku bertanya ...
Mungkinkah musim semi terjadi saat hujan?
Mustahilkan?
Tapi bagiku hujan beberapa hari ini terasa seperti musim semi yang hangat saat bercanda tawa dengannya.
Just Say you Won't Let Go
Goresan tulisan ini karena dinginmu saat ini wahai dini hari..


Sigit Van 2:30 WIB
Saat secangkir kopi telah membuat kelopak mata ini tak mau menuju alam mimpi