Rabu, 08 Agustus 2018

Diperbudak Rasa

Aku....
Aku hanyalah sebuah lilin yang rela berkorban untuk menerangimu
Aku hanyalah sebujur kayu yang rela menjadi abu untuk menghangatkamu
Aku hanyalah sebauh payung yang rela menahan dinginnya hujan untuk menaungimu

Namun...
Bagimu, aku hanyalah puing-puing ranting dibalik dedaunan yang gugur
Puing-puing yang akan kau buang bersama desiran debu
Apa sebuah perjuangan harus sepedih ini?

Aku tahu rasa ini memang sia-sia
Namun begitu bodohnya aku yang diperbudak oleh hati ini
Ingin memperjuangkan sebuah kisah dibalik bayang-bayang semu
Demi secerca harapan yang mungkin akan kau beri

Pintu hatimu kau tutup rapat, tak ada cela untukku
Mungkin aku hanya sanggup mengetuk tanpa ada seorang yang akan membuka
Sempat aku ingin beranjak pergi dari kisah ini
Namun ketika disampingmu sebuah senyummu melemahkanku

Menggugurkan kaki yang ingin pergi, bukan pergi dari hidupmu
Melainkan pergi dari perjuangan hati ini
Biarlah rasa ini kupendam dalam-dalam

Karena aku yakin,,,
Ketulusan yang sejati adalah melindungi dibalik bayangan, demi melihatmu bahagia bersamanya
Meskipun itu juga kebohongan terbesar yang pernah kukatakan
Terima kasih untukmu kunikmati sebuah hati yang diperbudak rasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar