Senin, 27 Agustus 2018

RINDU, RAGU dan CANDU

Perihal Rindu.....
Hai bulan temani aku yang duduk tepat dibawah terpaan sinarmu
Aku akan bercerita, seuntai rindu yang membelenggu
Hai bintang berikan aku gemerlap cahayamu
Seiring aku memulai kisahku

Teruntuk Dia....
Di pesisir hati yang mulai ragu ini angin mulai berbisik
Akankah sebuah penantian akan berakhir bahagia?
Aku hanya bergeming mencoba menyakinkan diri
Tentang pilihan yang telah lama kujalani.... menantimu

Perihal Candu....
Berilah sedikit jeda, untuk sedetik tak memikirkanmu
Berilah sedikit waktu, untuk menghela nafas rindu
Berilah sedikit ruang, untukku tenang di malam haru
Telah lama kulalui kini rasa rindu ini menjadi candu

Entah..... 
Malam ini kugoreskan tinta bertuliskan nama kita
Kupandang rembulan yang mulai meredup bersembunyi di balik awan kelabu
Kulayangkan kertas bertuliskan nama kita
Bersama angin malam yang mulai menusuk tulangku

Bersama daun yang gugur
Ia pun melayang terbawa hembusan angin
Tak tentu arah....
Seperti rasaku saat ini yang sedang merindu






Nb: Goresan tulisan ini diciptakan teruntuk kalian yang dilanda bimbang akan perasaankala kamu RANDU, hatimu mulai RAGU, namun rasa rindu itu telah menjadi CANDU.

(terinspirasi dari rasa kebosanan akan kesendirian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar