Mimpi, Cinta, dan Takdir
Short Fiction Story
Bagian I : Mimpi Aneh
Dia menggandeng tanganku, membawaku masuk ke dalam sebuah kafe. Mengajakku duduk di sebuah meja tepat di dekat jendela. Pemandangan jalanan yang tak terlalu ramai, terlihat beberapa orang berjalan rapi di trotoar. Cahaya matahari hangat tersorot pada jalanan tersebut. Pemandangan jalanan yang cukup membuat mata nyaman.
“Mas mau pesan” dia melambaikan tangannya. Seorang pelayan menghampiri kami “mau pesan apa mbak” sambil memberikan daftar menu. “emm satu vanilla coffee dan satu jus strawberry ya mas”. Pelayan itu mencatat dan berlalu. Aku masih heran dia tak menanyaiku untuk pesan apa. Seolah itu adalah menu favorit yang biasa kami pesan.
Aku masih bertatap dengan dia, berhadapan di sebuah meja itu. Dia, wanita di depanku berambut agak pendek dibawah bahu. Rambut yang dibiarkan terurai kebawah dengan sedikit beberapa helai rambut menutupi keningnya. Matanya menatapku lekat bola mata yang bening. Garis wajahnya membentuk sebuah senyuman. Tangannya bertopang dagu. Kami saling berhadapan.
“Kenapa kamu tiba- tiba mesenin aku vanilla coffee?” aku bertanya padanya.
“Itu kesukaan kamu” dengan santai dia menjawab.
“Darimana kamu tahu?” aku semakin tak mengerti.
“Dulu kita sering kesini dan memesan minuman favorit itu”
Aku semakin bingung dengan jawaban-jawaban yang ia berikan. Dulu? Sering kesini?. Aku hanya mengerutkan alis. “Lihat tangan kiri kamu” dia menengadahkan tangannya. “untuk apa?. “Udah sini kok”, akupun mengulurkan tangan kiriku. Dia memegang tangan kiriku, melihat jari telunjukku. “emmm goresan di telunjuk sebelah kiri, kamu tau artinya apa?”. “Emang kenapa?”. “Goresan di telunjuk ini menandakan bahwa di kehidupan sebelumnya kamu menjalin hubungan dengan seorang kekasih yang sangat mencintaimu, dan di kehidupan sekarang ini dia sedang mencarimu, dia adalah cinta sejatimu” aku semakin tak mengerti dengan ketidakjelasan ini.
pict source: https://unsplash.com/
Dia melanjutkan ceritanya, “di kehidupan sebelumnya kamu sering mengunjungi tempat ini denganku, yaa aku adalah kekasihmu dulu, kamu selalu pesan vanilla coffee dan aku pesan jus strawberry, kamu yang hobi dengerin musik galau, berdiam diri pada tempat yang tenang, tak suka suasana yang terlalu ramai, entah di kehidupan sekarang kamu masih sama atau tidak, kadang takdir bisa merubah segala sesuatu”. Aku terdiam, tak mengerti “Emang sih aku suka menyendiri, suka suasana sepi, lagu galau, tapi ini kayak cerita dongeng aja emang ada kehidupan sebelumnya?lalu ngapain kamu nemuin aku?. Dia tersenyum tipis ”Aku juga nggak tau aku yang sekarang dimana, entah aku masih sama seperti ini atau tidak semua akan mengikuti sesuai takdirnya”.
Semua berubah gelap. Perlahan-lahan cahaya hangat menerpa wajahku memaksa kelompak mataku untuk terbuka. Cahaya yang berasal dari sela-sela korden jendela menyelinap dan membangunkanku dari tidurku. Aku terbangun dari tidurku, duduk diatas tempat tidur masih termenung memikirkan sebuah mimpi aneh. Mimpi yang benar-benar terjadi seperti nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar